Komunikasi Sebagai Fondasi Kekuatan Bank

Kata Bank  secara umum dipahami sebagai tempat menyimpan dan meminjam uang. Secara fungsional bank memiliki fungsi yang disebut sebagai fungsi financial  intermediary, dimana bank memperoleh dananya melalui masyarakat luas antara lain dengan mengeluarkan produk tabungan, giro dan deposito. Selanjutnya dana tersebut disalurkan antara lain dalam bentuk pinjaman atau kredit kepada pihak – pihak yang membutuhkan yang sesuai dengan kriteria bank.

Pengertian komunikasi disisi lain pada intinya adalah proses pertukaran makna, dan makna akan mempengaruhi persepsi seseorang baik positif atau negatif. Ada beberapa alasan mengapa  komunikasi bisa mempengaruhi kekuatan bank:

Pertama persepsi nasabah terhadap bank adalah hasil dari proses komunikasi antara bank dan masyarakat, dan persepsi tersebut juga mencerminkan tingkat kepercayaan nasaebah kepada Bank tersebut.

Kedua, bank adalah lembaga kepercayaan, baik dari sisi kepercayaan masyarakat untuk menyimpan uangnya dibank dan atau kepercayaan bank ketika bank memberikan pinjaman kepada debiturnya.

Persepsi negatif dan kebangkrutan bank

Kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap suatu Bank, dapat menjatuhkan Bank tersebut, mengapa demikian, karena sebagian besar  sumber dana bank untuk penyaluran kredit berasal dari  dana masyarakat. Sesuai ketentuan Bank Indonesia  syarat minimum modal Bank hanya minimal 8% dari total assetnya, artinya sekitar 92 prosen sumber dana bank untuk memberikan pinjaman atau melakukan investasi adalah berasal dari masyarakat yang bisa setiap saat menarik dananya dari bank, dan  ketika sebagian masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap bank, maka  sebagian masyarakat lain akan ikut beramai ramai menarik dananya dari bank tersebut.

Penarikan dana secara massal tentu saja tidak akan mampu dibayar oleh bank karena dana masyarakat tersebut masih tertanam pada pinjaman atau kredit yang tidak dapat serta merta ditarik dananya, dengan kata lain bank akan mengalami kesulitan likuditas, termasuk kesulitan untuk membayar kewajibannya terhadap bank lain. Dampak selanjutnya adalah efek domino terhadap Bank yang lain, yang  menyeret Bank lain kedalam kesulitan bahkan kebangkrutan. Bila hal ini terjadi tentu saja kondisi ekonomi nasional akan ikut terpengaruh.Oleh karena itu pada peristiwa krisis perbankan di tahun 1998, Bank Indonesia terpaksa menyuntik dana beberapa bank agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga, namun untuk bank yang sudah terlampau parah kondisi keuangannya, terpaksa dilakukan likuidasi atau penutupan agar tidak terjadi efek domino ke bank bank yang masih sehat. Pada saat itu tentu saja ada beberapa bank sehat yang dirugikan karena tidak tertagihnya piutang pada bank yang ditutup (di dunia perbankan hal yang lazim terjadi hutang piutang antar bank karena  adanya transaksi nasabah antar bank yang berbeda).

Persepsi lebih kuat dari logika.

Kepercayaan adalah masalah persepsi, dan persepsi  lebih kuat dari logika. Sebagai contoh himbauan pihak berwenang  agar berhati hati dengan bank atau lembaga keuangan yang menawarkan bunga simpanan yang tinggi, tetap saja tidak dipatuhi oleh sebagian masyarakat, karena mereka masih memiliki persepsi positif terhadap lembaga tersebut,sehingga ketika pada akhirnya bank atau lembaga keuangan  tersebut ditutup atau dilikuidasi,   banyak nasabah penyimpan dirugikan karena uangnya tidak kembali (lihat kasus Bank Century, dan penutupan bank pada krisis Perbankan 1998). Sebaliknya bank yang sehat akan menjadi sakit bila secara tiba tiba masyarakat menarik dananya hanya karena adanya isu negatif tentang bank tersebut.

Pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa di dunia perbankan pada masa lalu adalah menjaga nama baik dan reputasi bank adalah sangat penting,  dan menjaga reputasi adalah masalah komunikasi.

No Comments

Leave a Reply

KONTAK KAMI


Silakan Hubungi Kami Untuk Meninggalkan Pesan

Nama Anda (wajib diisi)

Email Anda (wajib diisi)

Judul Pesan(wajib diisi)

Isi Pesan (wajib diisi)

Alamat:

Jl.Citarum No.27

Bandung  40115

Telepon:

+62 878 8596 6456

+62 812 7557 234

+62 815 6329 7868

Jam :

Senin - Jum'at 09.00 - 17.00

Lebih Dekat Dengan Kami
© PT Tri Inspirasi Mughni - 2019 All Rights Reserved.