Komunikasi Kunci Sukses Proses Auditing

Dalam dunia usaha dan juga pemerintahan selalu ada fungsi pengawasan, yang dalam prakteknya antara lain dijalankan oleh fungsi audit. Personal yang menjalankan fungsi audit disebut disebut dengan auditor, baik dari pihak internal maupun eksternal, sedangkan pihak yang diperiksa disebut dengan auditee atau auditan.

Tugas internal auditor  adalah ‘memberikan nilai tambah pada proses bisnis’. Nilai tambah yang dimaksud adalah ‘mengawal’ pihak yang diaudit atau auditee dalam mencapai sasaran perusahaan. Auditor diharapkan dapat memberikan masukan untuk perbaikan proses bisnis yang lebih baik, dan memberikan early warnings terhadap potensial risiko.

Auditor diharapkan dapat menjadi strategic business partner atau mitra dalam mencapai tujuan perusahaan. Namun demikian dalam prakteknya apakah auditor selalu dipandang sebagai mitra atau partner bagi auditee? Tidak sedikit auditor yang dipersepsikan hanya mencari kesalahan atau pengawas yang tidak disukai, atau disebut juga sebagai watchdog.

Persepsi negatif auditee terhadap auditor, tentu saja akan menyulitkan pekerjaan auditor, karena sebagian besar hasil kerja auditor berupa laporan audit harus didasarkan pada data dan atau informasi yang diperoleh dari auditee atau pihak yang diaudit. Persoalan persepsi adalah persoalan komunikasi, oleh karena itu salah satu cara untuk mengoptimalkan pekerjan auditor adalah melalui pendekatan komunikasi baik secara verbal maupun non verbal. Persepsi lebih kuat dari logika, artinya bila seseorang sudah dipersepsikan negatif, maka kebaikan auditor tersebut cenderung diabaikan. Sebaliknya, bila persepsi sudah positif, maka kesalahan atau ketidaksempurnaan auditor tersebut akancenderung diabaikan.

Ketrampilan Komunikasi

Bagaimana mengubah persepsi negatif auditee terhadap auditor adalah persoalan ketrampilan komunikasi.Kegagalan proses komunikasi antara auditor dan auditee tidak hanya berdampak terhadap hasil kerja auditor berupa laporan audit, namun sangat mungkin akan merugikan auditor berikutnya yang melakukan tugas yang sama karena menjadi “tamu yang tidak diharapkan”.

Secara garis besar ketrampilan komunikasi yang penting dipelajari auditor adalah komunikasi verbal (lisan) dan non verbal.

Komunikasi verbal berkaitan dengan lisan dan tulisan, dan kalimat atau kata yang disampaikan akan memberikan maka tertentu bagi pendengar atau pembaca, baik positif maupun negatif Keliru menyampaikan kata atau kalimat dapat menimbulkan kegagalan komunikasi, dan kegagalan komunikasi berarti kegagalan apa yang ingin dicapai masing – masing pihak. Kata “lalai” yang disampaikan oleh auditor kepada auditee akan berbeda makna dan rasa bagi auditee dibandingkan dengan kalimat “kurang cermat” atau dibandingkan “perlu lebih teliti lagi” yang terasa lebih nyaman bagi auditee walaupun sebenarnya maksudnya relatif hampir sama.

Komunikasi non verbal antara lain berhubungan dengan simbol,atribut, dan bahasa tubuh. Bahasa tubuh atau non verbal memiliki peran lebih dari 60 prosen dlm penyampaian pesan.  Seorang auditor yang melakukan tugas audit dengan hanya menggunakan kaos oblong dan celana jeans lusuh apalagi dengan rambut kusut tentu tidak akan menimbulkan respek terhadap auditee. Demikian halnya ketika auditor melakukan wawancara namun dengan sikap tubuh yang terkesan malas akan berbeda reaksi auditee bila auditor melakukan wawancara dengan semangat dan sikap yang santun.

Komunikasi verbal dan non verbal tidak cukup bila tidak disertai faktor penting lainnya yaitu niat baik. Niat seorang auditor akan tercermin dari bahasa verbal maupun non verbal, baik dari intonasi kata atau kalimat yang diucapkan, maupun bahasa tubuhnya. Oleh karena itu tidak salah bila ada yang mengatakan mata adalah cermin hati seseorang. Sebenarnya tidak hanya mata yang dapat mencerminkan niat seseorang bagian tubuh lainnya juga mencerminkan niat seseorang. Auditor yang profesional adalah auditor yang sejak awal memiliki niat yang lurus untuk menjadi strategic business partner auditee.

Semakin auditor paham kaitan niat baik dan komunikasi, maka seorang auditor akan semakin mudah mendapatkan kepercayaan dari auditee, sehingga tugas auditor akan semakin mudah, oleh karena itu, sebagai penutup, kesuksesan seorang auditor dalam menjalankan tugasnya perlu dilengkapi dengan ketrampilan berkomunikasi dan ketrampilan menggunakan rasa, dan tidak hanya menggunakan ketrampilan menggunakan teknik teknik melakukan audit.

KONTAK KAMI


Silakan Hubungi Kami Untuk Meninggalkan Pesan

Nama Anda (wajib diisi)

Email Anda (wajib diisi)

Judul Pesan(wajib diisi)

Isi Pesan (wajib diisi)

Alamat:

Jl.Citarum No.27

Bandung  40115

Telepon:

+62 878 8596 6456

+62 812 7557 234

+62 815 6329 7868

Jam :

Senin - Jum'at 09.00 - 17.00

Lebih Dekat Dengan Kami
© PT Tri Inspirasi Mughni - 2019 All Rights Reserved.